ARTI SEBUAH KEJUJURAN
Ketut Sumada
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur
Email : k_sumada@yahoo.co.id
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur
Email : k_sumada@yahoo.co.id
DANAU BATUR, KINTAMANI, BANGLI, BALI, INDONESIA
Kintamani,
merupakan salah satu kecamatan yang berada dalam kabupaten Bangli, Bali,
Indonesia. Kintamani telah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata, berhawa
dingin, pagi, siang dan malam terasa dingin dan berkabut. Bagi wisatawan,
Kintamani menjadi suatu tempat untuk makan siang, kebanyakan restoran yang ada
menghadap Gunung dan Danau Batur, so Beutiful ...........................
Lahir di salah
satu Desa, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia
merupakan Kehendak dan Anugrah Tuhan.
Mengikuti pendidikan pada salah satu
sekolah dasar (SD) didesa dengan keterbatasan sarana dan prasarana, selesai
sekolah bermain sesama teman.
Seperti kebanyakan
anak kecil di desa khususnya di bali, Pendidikan agama yang diberikan lebih
menitik beratkan pada "Ajaran Tata Krama (Sopan santun)", hal ini
bisa dimaklumi mengingat buku agama dipahami sebagai "KITAB SUCI",
yang berarti tidak setiap orang boleh membaca buku agama, dan terkadang orang
tua melarang dengan mengatakan, "Jangan membaca buku itu, nanti Tulah
(kena hukum karma)".
Di rumahpun hanya
diberi pelajaran-pelajaran tentang tata krama, dan ikut sembahyang, hanya
itulah pendidikan agama yang diterima pada masa anak-anak.
Beberapa pendidikan
tata krama (moral) yang diajarkan dan masih teringat hingga saat ini :
- Jangan duduk diatas bantal, nanti bisa bisulan
- Jangan mengambil barang-barang apapun yang ada di pura, nanti bisa tulah (karma) dimana bisa berjalan dengan tangan dibawah dan kaki diatas.
- Jangan membuang nasi (makanan) karena itu berarti membuang pemberian Tuhan.
- Jangan mengambil (memungut) uang yang ditemukan dijalan dan dimanapun yang bukan milik sendiri, karena akan kehilangan uang dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang diambil.
Pelajaran yang paling berkesan
hingga saat ini adalah :
"Jangan mengambil
uang yang ada dijalanan dan dimanapun, karena akan kehilangan uang yang
besarnya jauh lebih besar dari yang diambil".
Pelajaran ini selalu
teringat disaat melihat uang yang ada dijalan atau dimanapun yang bukan milik
sendiri.
1.UJI KEJUJURAN DI KOTA SURABAYA.
Pada saat mengikuti
pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di surabaya, Pada waktu
tertentu dalam kondisi yang tidak punya uang sama sekali, padahal harus
melakukan uji test golongan darah.
Di lantai 2 kampus
menemukan uang sebesar Rp 10.000,- , disini batin sangat bertentangan antara
mengambil uang itu atau tidak sama sekali, akhirnya memutuskan untuk mengambil
karena uang itu karena memang sangat membutuhkan untuk biaya analisis test
golongan darah. Sebelum mengambil uang itu berdoa "Tuhan, saya memang
membutuhkan uang ini untuk biaya test golongan darah, jika uang ini berlebih
maka sisanya akan dikembalikan ditempat ini. Ternyata biaya yang dibutuhkan
untuk test golongan darah hanya Rp 5000,-, Setelah datang dari rumah sakit sisa
uang yang Rp 5000,- ditaruh lagi ditempat semula.
"Perasaan lega
dibatin terasa setelah menaruh uang Rp 5000,- ditempat yang semula" dan
sangat berterimakasih kepada Tuhan.
2.UJI KEJUJURAN DI
KOTA YOGYAKARTA
Pada saat mengikuti
pelatihan tentang konsep Akreditasi Perguruan Tinggi di salah satu perguruan
tinggi negeri di Jogyakarta, Pada hari sabtu bersama teman-teman bepergian ke
suatu pasar tradisional yang menjual berbagai jenis pakaian, setelah
berputar-putar akhirnya membeli 2 (dua) buah kemeja. Setelah membayar bersama
teman langsung kembali ke penginapan. Pada saat pembungkus pakaian dibuka
ternyata isinya ada 3 (tiga) buah kemeja di dalam tas plastik, hati langsung
bertanya Kenapa Bisa Begini, tadi bayar hanya untuk 2 (dua) kemeja tetapi
kenapa kemejanya jadi 3 (tiga) didalam tas. Karena sudah malam akhirnya
keesokan harinya memutuskan untuk mengembalikan pakaian yang lebih.
Keesokan harinya pergi
ke pasar menemui penjual pakaian, dan menceritakan semua kejadiannya dan 1
(satu) baju yang bukan pilihan dikembalikan ke penjualnya. Setelah
mengembalikan pakaian itu, hati terasa lega, bebas dari perasaan bersalah, dan
penjual yang seorang perempuan sempat berkata, "Terima kasih, terima
kasih, seandainya pemimpin orangnya Seperti Mas, Negara ini pasti aman dan
damai".
Sampai dipenginapan,
suara perempuan penjual pakaian masih terkesan dalam hati, tidak terasa
air mata menetes, dan sangat bersyukur saya diingatkan oleh Tuhan.
Semenjak kejadian-kejadian seperti itu, selalu berhati-hati, dan
terkadang ujian masih terus akan terjadi, waktu membeli rokok, makanan diwarung
terkadang kembalian yang diterima sering melebihi yang seharusnya. "Hati
langsung berkata kembalikan, kembalikan". Setelah dikembalikan Hati merasa
legaaaaaaa......
JADI
"Arti sebuah kejujuran adalah membuat bathin menjadi
legaaaaaaaaa"
TULISAN INI HANYA PENGISI WAKTU SAJA...................