Rabu, 23 Mei 2012

ARTI SEBUAH KEJUJURAN

ARTI SEBUAH KEJUJURAN
Ketut Sumada
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur
Email : k_sumada@yahoo.co.id


              
      
DANAU BATUR, KINTAMANI, BANGLI, BALI, INDONESIA

Kintamani, merupakan salah satu kecamatan yang berada dalam kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Kintamani telah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata, berhawa dingin, pagi, siang dan malam terasa dingin dan berkabut. Bagi wisatawan, Kintamani menjadi suatu tempat untuk makan siang, kebanyakan restoran yang ada menghadap Gunung dan Danau Batur, so  Beutiful ...........................

Lahir di salah satu  Desa, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia merupakan Kehendak dan Anugrah Tuhan.

Mengikuti pendidikan pada salah satu sekolah dasar (SD) didesa dengan keterbatasan sarana dan prasarana, selesai sekolah bermain sesama teman. 

Seperti kebanyakan anak kecil di desa khususnya di bali, Pendidikan agama yang diberikan lebih menitik beratkan pada "Ajaran Tata Krama (Sopan santun)", hal ini bisa dimaklumi mengingat buku agama dipahami sebagai "KITAB SUCI", yang berarti tidak setiap orang boleh membaca buku agama, dan terkadang orang tua melarang dengan mengatakan, "Jangan membaca buku itu, nanti Tulah (kena hukum karma)".


Di rumahpun hanya diberi pelajaran-pelajaran tentang tata krama, dan ikut sembahyang, hanya itulah pendidikan agama yang diterima pada masa anak-anak. 


Beberapa pendidikan tata krama (moral) yang diajarkan dan  masih teringat hingga saat ini : 
  • Jangan duduk diatas bantal, nanti bisa bisulan
  • Jangan mengambil barang-barang apapun yang ada di pura, nanti bisa tulah (karma) dimana bisa berjalan dengan tangan dibawah dan kaki diatas.
  • Jangan membuang nasi (makanan) karena itu berarti membuang pemberian Tuhan.
  • Jangan mengambil (memungut) uang yang ditemukan dijalan dan dimanapun yang bukan milik sendiri, karena akan kehilangan uang dalam jumlah yang jauh lebih besar dari yang diambil.    

Pelajaran yang paling berkesan hingga saat ini adalah : 

"Jangan mengambil uang yang ada dijalanan dan dimanapun, karena akan kehilangan uang yang besarnya jauh lebih besar dari yang diambil". 

Pelajaran ini selalu teringat disaat melihat uang yang ada dijalan atau dimanapun yang bukan milik sendiri. 


1.UJI KEJUJURAN DI KOTA SURABAYA. 

Pada saat mengikuti pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di surabaya, Pada waktu tertentu dalam kondisi yang tidak punya uang sama sekali, padahal harus melakukan uji test golongan darah.
Di lantai 2 kampus menemukan uang sebesar Rp 10.000,- , disini batin sangat bertentangan antara mengambil uang itu atau tidak sama sekali, akhirnya memutuskan untuk mengambil karena uang itu karena memang sangat membutuhkan untuk biaya analisis test golongan darah. Sebelum mengambil uang itu berdoa "Tuhan, saya memang membutuhkan uang ini untuk biaya test golongan darah, jika uang ini berlebih maka sisanya akan dikembalikan ditempat ini. Ternyata biaya yang dibutuhkan untuk test golongan darah hanya Rp 5000,-, Setelah datang dari rumah sakit sisa uang yang Rp 5000,- ditaruh lagi ditempat semula. 

"Perasaan lega dibatin terasa setelah menaruh uang Rp 5000,- ditempat yang semula" dan sangat berterimakasih kepada Tuhan. 


2.UJI KEJUJURAN DI KOTA YOGYAKARTA 

Pada saat mengikuti pelatihan tentang konsep Akreditasi Perguruan Tinggi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogyakarta, Pada hari sabtu bersama teman-teman bepergian ke suatu pasar tradisional yang menjual berbagai jenis pakaian, setelah berputar-putar akhirnya membeli 2 (dua) buah kemeja. Setelah membayar bersama teman langsung kembali ke penginapan. Pada saat pembungkus pakaian dibuka ternyata isinya ada 3 (tiga) buah kemeja di dalam tas plastik, hati langsung bertanya Kenapa Bisa Begini, tadi bayar hanya untuk 2 (dua) kemeja tetapi kenapa kemejanya jadi 3 (tiga) didalam tas. Karena sudah malam akhirnya keesokan harinya memutuskan untuk mengembalikan pakaian yang lebih. 

Keesokan harinya pergi ke pasar menemui penjual pakaian, dan menceritakan semua kejadiannya dan 1 (satu) baju yang bukan pilihan dikembalikan ke penjualnya. Setelah mengembalikan pakaian itu, hati terasa lega, bebas dari perasaan bersalah, dan penjual yang seorang perempuan sempat berkata, "Terima kasih, terima kasih, seandainya pemimpin orangnya Seperti Mas, Negara ini pasti aman dan damai". 

Sampai dipenginapan, suara perempuan penjual pakaian masih terkesan dalam hati,  tidak terasa air mata menetes, dan sangat bersyukur saya diingatkan oleh Tuhan. 

Semenjak kejadian-kejadian seperti itu, selalu berhati-hati, dan terkadang ujian masih terus akan terjadi, waktu membeli rokok, makanan diwarung terkadang kembalian yang diterima sering melebihi yang seharusnya. "Hati langsung berkata kembalikan, kembalikan". Setelah dikembalikan Hati merasa legaaaaaaa...... 


JADI

"Arti sebuah kejujuran adalah membuat bathin menjadi legaaaaaaaaa"

TULISAN INI HANYA PENGISI WAKTU SAJA...................